Sabtu, 29 Maret 2014

Tugas Etika dan Profesionalisme TSI



DASAR-DASAR ETIKA DAN PROFESIONALISME 


Pengertian Etika

Etika (dalam bahasa Latin ethica daripada bahasa Greek kuno ἠθική [φιλοσοφία] "falsafah moral") merupakan salah satu cabang utama falsafah yang merangkumi kelakuan betul dan kehidupan baik. Liputan etika adalah lebih luas daripada menganalisis apa yang betul dan salah seperti yang sering dianggap. Antara aspek utama etika ialah "kehidupan baik", iaitu kehidupan yang bernilai atau memuaskan, yang dianggap lebih penting daripada tingkah laku moral oleh banyak ahli falsafah. Antara isu utama dalam etika ialah pencarian summum bonum, iaitu "kebaikan yang terbaik". Tindakan yang betul dikatakan mengakibatkan kebaikan terbaik, manakala tindakan tak bermoral dikatakan menghalangnya.


Jenis etika :
1.      Etika filosofis
Secara harfiah dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat. Etika termasuk dalam filsafat karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat. Karena itu bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat.

2.      Etika teologis
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama etika teologis bukan hanya milik agama tertentu melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. Kedua etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum


Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). 

Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Ciri-Ciri Profesionalisme 

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.

Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya.

4. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesion

Profesionalisme ditandai dengan kualitas derajat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.


Pengertian TSI (Teknologi Sistem Informasi)

Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah technology information system yaitu teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi).

Kesimpulan dan Saran

Etika disini sangat membantu manusia dalam hal bertingkah laku baik itu di keluarga maupun di masyarakat khususnya dalam bidang teknologi sistem informasi yang dapat membantu untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan dan yang perlu dipahami bersama bahwa etika ini dapat diimplementasikan ke berbagai aspek kehidupan.

Keuntungan
Dapat mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan dapat menyelesaikan suatu masalah dengan baik yang disertai dengan analisa yang cukup memadai serta dapat dengan mudah diterima dalam pergaulan di masyarakat.

Kerugian
Apabila kita tidak mempunyai etika yang baik kita tidak akan bisa mendapatkan pengakuan dari masyarakat atau dengan kata lain kita akan dikucilkan oleh masyarakat yang akan menimbulkan berbagai macam kerugian.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html
http://wisnuardiansyah.wordpress.com/2014/03/07/etika-dan-profesionalisme-tsi/

Senin, 20 Januari 2014

Artikel Tentang Server Management dan Klasifikasi IP kelas A, B dan C



Server Management



Manajemen server adalah tindakan/ kegiatan yang dilakukan agar sebuah server dapat bekerja dengan seefisien mungkin dan dapat bekerja dengan baik tanpa adanya masalah yang memungkinkan terjadinya sebuah server gagal berfungsi (down) atau terganggu kinerjanya.

Dalam manajemen server ada beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya adalah : perangkat (hardware) jaringan apa saja yang digunakan, arsitektur (topology/design) jaringan komputer yang dipilih beserta kelemahan dan kelebihannya serta layanan apa saja yang digunakan oleh server yang ingin di kelola (management). Tanpa adanya informasi-informasi tersebut seorang administrator server management  akan kesulitan dalam mengelolanya.

Di dalam sebuah server semua perangkat seperti system operasi, hardware, aplikasi dan jaringan merupakan elemen yang sangat penting dan mutlak harus ada, karena tanpa adanya salah satu dari komponen tersebut maka server tidak akan dapat bekerja. Contoh : Sebuah server sudah dikelola (manajemen) dengan baik dan benar, termasuk aplikasi dan Sistem operasinya, tetapi tidak ada jaringan yang menghubungkan antara komputer dan client, maka server tersebut tidak akan dapat melayani client karena tidak ada perangkat komunikasi diantara keduanya.

Pengelolaan Server

Idealnya pada setiap perusahaan yang mempunyai server sendiri untuk website-website yang dimiliki. Perusahaan  membutuhkan Admin yang bertugas untuk memelihara dan memonitoring server  dan staf khusus untuk menghandle server tersebut. Tentunya hal ini datang dengan sebuah konsekwensi sendiri yang perlu untuk diperhatikan, yaitu:

Biaya

Biaya yang dikeluarkan untuk tim administrator server biasanya relatif besar. Diantaranya adalah pengeluaran untuk gaji, tunjangan dan biaya lainnya.

Jaminan Pemeliharaan Jangka Panjang

Hal ini sering dialami oleh beberapa pemilik server/ website ketika administrator yang mereka miliki meninggalkan pekerjaan (resign). Maka server yang dimiliki perusahaan menjadi tidak terawat dan tidak ada yang memelihara.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam mengelola sebuah server diantaranya adalah :

Server Monitoring

        Memastikan bahwa DNS Server telah tersetting sebagaimana mestinya.
        Mengawasi server apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
        Mengelola log server dan menganalisa trafik terhadap server dalam bentuk laporan berkala.

Server Management

        Mengatur struktur direktori di server.
       Bertanggungjawab terhadap konfigurasi server baik dari sisi keamanan maupun fitur-fitur (modul) yang perlu di sediakan.
        Membuat user dan mengatur hak akses nya masing-masing.
        Membuat account user untuk mengakses web dan database server.

Server Update

        Melakukan proses update terhadap operating system  yang digunakan, misalkan update patch dsb
       Melakukan proses update terhadap perangkat lunak pendukung portal yang digunakan, misalnya PHP, MySQL dll.

System Recovery

        Mengambil tindakan secepatnya bila terjadi error/trouble dalam operating system.
        Mengambil tindakan secepatnya bisa terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh sistem.

Space Monitoring

        Mengawasi pemakaian space server

Backup

        Melakukan proses backup data secara berkala

Klasifikasi IP kelas A, B dan C

 IP adalah singkatan untuk Internet Protocol, yang paling populer sistem terbuka protokol yang digunakan untuk berkomunikasi melalui perangkat apapun jaringan yang saling berhubungan termasuk Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Sebuah alamat IP adalah nomor identifikasi yang ditetapkan ke perangkat (misalnya komputer atau printer) di jaringan tersebut. Perangkat lain dalam jaringan atau keluar dari jaringan yang menggunakan alamat IP ini untuk menghubungkan ke perangkat ini melalui protokol-protokol komunikasi seperti Transmission Control Protocol (TCP) atau Internet Protocol (IP).

Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.

Contoh alamat IP dalam desimal dan biner

Desimal: 123.45.67.89

Biner: 01111011.00101101.01000011.01011001

Klasifikasi IP

Kelas A address

Kelas A Address dirancang untuk network yang sangat besar. Di Class A address, octet pertama adalah network ID, dan tiga octet sisanya adalah host ID. Karena hanya 8 bit yang dipakai untuk network ID, dan bagian pertama dari bit-bit ini digunakan untuk mengidentifikasi bahwa address ini adalah Class A Address, maka hanya terdapat 126 Class A network yang tersedia di jaringan internet.Namun, tiap Class A network mampu menampung sebanyak lebih dari 16 juta hosts.

Class A ini kelas alamat IP dimulai dengan bilangan biner 0 (desimal angka 0 sampai 127). Jaringan diidentifikasi oleh oktet pertama (set pertama dari alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP 123.45.67.89 milik class A karena himpunan bilangan pertama adalah 123 (antara 0 dan 127). ID jaringan 123, sedangkan node ID 45.67.89. Alamat IP 127.0.0.1 adalah IP khusus diperuntukkan bagi internal loopback testing. Sebagai contoh, jika seseorang menyambung ke host lokal (komputer yang sama menjalankan server), alamat IP 127.0.0.1. Itu tidak menimbulkan lalu lintas jaringan. Juga alamat IP 0.0.0.0 default fallback mewakili nilai dan tidak ditugaskan untuk semua jaringan.

Kelas B address

Di dalam kelas B address, dua octet pertama dari IP address digunakan sebagai network ID dan dua octet kedua digunakan sebagai host ID. Sehingga, sebanyak 16.384 network di Class B tersedia. Semua Class B address berada pada jangkauan 128.xxx.yyy.zzz hingga 191.xxx.yyy.zzz. Tiap Class B address dapat mengakomodasi hingga lebih dari 65.000 hosts.

Kelas B bilangan biner dimulai dengan 10 (angka desimal 128-191). Jaringan diidentifikasi oleh dua oktet pertama (yang pertama dua set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 178.95.234.23 class B, karena himpunan bilangan pertama adalah 178 (antara 128 dan 191). Jaringan ID 178,95, sedangkan node ID 234,23.

Kelas C address

Di dalam kelas C address, tiga octet pertama digunakan untuk network ID, dan octet keempat digunakan untuk host ID. Dengan hanya 8 bit untuk host ID, tiap Class C network hanya mampu menampung sebanyak 254 hosts. Tapi, dengan sisanya, yaitu 24 bit network ID, class C address mampu menampung hingga lebih dari 2 juta network.

Kelas C bilangan biner dimulai dengan 110 (angka desimal 192-223). Jaringan diidentifikasi oleh tiga oktet pertama (yang pertama dari tiga set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 210.223.99.145 Class C, karena himpunan bilangan pertama adalah 210 (antara 192 dan 223). Jaringan ID 210.223.99, sedangkan node ID 145.

Keuntungan :

    Berfungsi untuk mengatur alamat masing-masing komputer dalam suatu jaringan sehingga mempermudah dalam melakukan proses bertukar suatu informasi / mengakses internet

    Meningkatkan performance dan keamanan dalam jaringan

Kerugian :

Ada beberapa larangan dalam menentukan IP, yaitu :

    127 tidak boleh digunakan sebagai net id dikarenakn net id 127/8 digunakan sebagai IP loopback, yaitu IP yang mengarah ke PC itu sendiri

    0 tidak boleh digunakan sebagai net id di karenakan net id 0/0 digunakan untuk pengarahan ke semua komputer di internet.

    255 tidak boleh digunakan sebagai net id atau host name dikarenakan 255 digunakan untuk net mask dan IP broadcast (IP yang mengarah ke seluruh komputer pada jaringan)

Kesimpulan :

Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.

Ada 4 klasifikasi IP address, yaitu klasifikasi A, B, dan C. Supaya antar komputer dengan komputer lain di butuhkan  suatu bahasa  yang sama dimana tidak bergantung dengan aplikasi yang dipakai dan hardware yang di pasang. Oleh karena itu dibutuhkan protokol. Untuk penanda  untuk  setiap komputer digunakan sebuah alamat  yaitu dengan IP Address.

Selasa, 07 Agustus 2012

VOTE NOW!

1. Apakah pengguna paham materi dari aplikasi ini?
  
pollcode.com free polls 
2. Apakah pengguna paham cara penggunaan aplikasi ini?
  
pollcode.com free polls 
3. Menurut pengguna apakah tampilan aplikasi ini menarik?
  
pollcode.com free polls 
4. Materi yang di sajikan dapat membantu pengguna dalam ujian SIM?
  
pollcode.com free polls 

Jumat, 16 Maret 2012

MENULIS SEBAGAI PROSES BERFIKIR

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu mediadengan menggunakan aksara.
Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif(hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.





Menulis sebagai proses berfikir, merupakan cara yang baik untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam sebuah penulisan yang baik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena dengan menulis kita dapat melatih otak kita dalam menuangkan sebuah karya tulisan yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain.




Menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian tahapan dikaitkan dengan pembelajaran, berarti kesempatan bagi siswa untuk memperoleh bimbingan dari guru secara nyata untuk mencapai keterampilan menulis yang diharapkan. Melalui tahapan tersebut siswa dapat mengetahui keterbatasannya secara jelas dan sekaligus berupaya meningkatkan kemampuannya secara bertahap dan berkesinambungan.


Biasakanlah untuk menulis

MENULIS SEBAGAI PROSES BERFIKIR

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu mediadengan menggunakan aksara.
Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif(hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.





Menulis sebagai proses berfikir, merupakan cara yang baik untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam sebuah penulisan yang baik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena dengan menulis kita dapat melatih otak kita dalam menuangkan sebuah karya tulisan yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain.




Menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian tahapan dikaitkan dengan pembelajaran, berarti kesempatan bagi siswa untuk memperoleh bimbingan dari guru secara nyata untuk mencapai keterampilan menulis yang diharapkan. Melalui tahapan tersebut siswa dapat mengetahui keterbatasannya secara jelas dan sekaligus berupaya meningkatkan kemampuannya secara bertahap dan berkesinambungan.


Biasakanlah untuk menulis

MENULIS SEBAGAI PROSES BERFIKIR

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu mediadengan menggunakan aksara.
Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif(hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.





Menulis sebagai proses berfikir, merupakan cara yang baik untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam sebuah penulisan yang baik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena dengan menulis kita dapat melatih otak kita dalam menuangkan sebuah karya tulisan yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain.




Menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian tahapan dikaitkan dengan pembelajaran, berarti kesempatan bagi siswa untuk memperoleh bimbingan dari guru secara nyata untuk mencapai keterampilan menulis yang diharapkan. Melalui tahapan tersebut siswa dapat mengetahui keterbatasannya secara jelas dan sekaligus berupaya meningkatkan kemampuannya secara bertahap dan berkesinambungan.


Biasakanlah untuk menulis

MENULIS SEBAGAI PROSES BERFIKIR

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu mediadengan menggunakan aksara.
Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif(hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.



Menulis sebagai proses berfikir, merupakan cara yang baik untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran kita ke dalam sebuah penulisan yang baik, dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena dengan menulis kita dapat melatih otak kita dalam menuangkan sebuah karya tulisan yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain.


Menulis sebagai proses berpikir yang terdiri atas serangkaian tahapan dikaitkan dengan pembelajaran, berarti kesempatan bagi siswa untuk memperoleh bimbingan dari guru secara nyata untuk mencapai keterampilan menulis yang diharapkan. Melalui tahapan tersebut siswa dapat mengetahui keterbatasannya secara jelas dan sekaligus berupaya meningkatkan kemampuannya secara bertahap dan berkesinambungan.

Biasakanlah untuk menulis