Senin, 10 Oktober 2011

Definisi Tentang Tablet PC

PENDAHULUAN


Assalamualaikum, wr, wb.

 Alhamdulillah, marilah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat Tuhan YME, karena atas rahmat dan karuniaNya saya dapat menuliskan sebuah cerita sejarah tentang komputer tablet, dan saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen bahasa indonesia yang telah mengizinkan saya menuliskan sejarah dan cerita singkat tentang komputer tablet. Maksud dan tujuan dari penulisan ini agar saya dapat berbagi cerita dan pengetahuan saya tentang komputer tablet kepada pembaca. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk saya dan untuk pembaca. Terima kasih.



     Penulis
  

Ginanjar Mustofa





ISI

Definisi Tablet PC

 Akhir-akhir ini, kita sering mendengar tentang Tablet PC. Jadi, apakah sebenarnya Tablet PC itu? Menurut Wikipedia, Tablet PC adalah laptop - atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.


 Sebenarnya jauh sebelum Steve Jobs (pemilik Apple) memperkenalkan iPad, sudah ada beberapa vendor yang jualan Tablet PC, tapi penjualannya tidak sesukses iPad. Karena itu, banyak yang beranggapan jika Tablet PC adalah buatan Apple. Steve Jobs boleh dikatakan orang yang mempopulerkan Tablet PC. Dengan kesuksesan Tablet PC tersebut (iPad), sehingga banyak vendor lain mengikuti jejaknya dengan memperkenalkan Tablet PC-nya masing-masing.





Tablet PC - Acer Iconia A500 





 Ada pun sekarang ini Tablet PC telah banyak beredar dipasaran. Apple telah terlebih dahulu memperkenalan Tablet PC-nya dengan merilis iPad 1 dan disusul iPad 2. Sepertinya pihak RIM pun tak mau ketinggalan, Blackberry Playbook merupakan Tablet PC perdana buatan vendor ini. Sedangkan untuk Tablet PC ber-OS (operating system) Android lebih bervarian, Samsung memperkenalkan Galaxy Tab, LG mempunyai Optimus Pad.

 Dalam keseharianya Tablet PC Tablet lebih cocok digunakan untuk membaca buku dan majalah digital, menonton, main game, browsing internet, presentasi, sosial media/jejaring sosial, serta memeriksa dan mengirim email.





PENUTUP

  Penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan dari pembaca, dengan harapan semoga tulisan saya selanjutnya dapat menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya. Dan harapan saya semoga dengan tulisan saya ini dapat menambah pengetahuan lebih kepada pembaca tentang definisi Tablet PC.

 Wassalamualaikum, wr, wb

Minggu, 22 Mei 2011

TUGAS 4 TOU 2

TUGAS 4
TEORI ORGANISASI UMUM 2


Macam - Macam Ongkos/Biaya Produksi

Kurva ongkos adalah kurva yang menujukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Macam-macam ongkos sebagai berikut :

1. Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.

2. Total Variable Cost (Biaya Variabel Total) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

3. Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total variabel. Rumus : TC = TFC + TVC

4. Average Fixed Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya tetap yang dibedakan kepada setiap unit output. Rumus : AFC = TFC/Q

5. Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : AVC = TVC/Q

6. Average Total Cost (Biaya Total Rata-Rata) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : ATC = TC/Q

7. Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Rumus : MC = ∆TC/∆Q = ∆TVC/∆Q




TUGAS 3 TOU 2

TUGAS 3
TEORI ORGANISASI UMUM 2

Tabel Total Utilty (TU) dan Marginal Utility dengan jenis makanan yaitu cokelat

Marginal Utility (MU) : Pertambahan kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi suatu barang
Total Utility (TU) : Seluruh total konsumsi kepuasan (marginal) yang diperoleh

Berdasarkan hukum pertambahan manfaat yang semakin menurun (The Law of Diminshing Marginal Utilty) :
- Pada saat seorang belum mengkonsumsi cokelat, maka kepuasan yang diperoleh orang tersebut adalah 0
- Pada saat cokelat pertama, orang tersebut memiliki tingkat kepuasan marginal yang paling besar yaitu 100.
- Pada konsumsi cokelat berikutnya, tingkat kepuasan marginal mulai menurun (lama kelamaan akan turun bahkan bisa sampai pada tingkat minus)

TUGAS 2 TOU 2

TUGAS 2
TEORI ORGANISASI UMUM 2


• Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5p dan fungsi penawarannya adalah Qs = 7 – 2p dengan contoh barang yaitu Pakaian Jadi.

• Harga dan jumlah keseimbangan pasar

Jawab:


Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )
• Grafiknnya adalah sebagai berikut



Penjelasan :

Pada harga barang 0 – 10 terdapat kelebihan dari barang yang diminta oleh konsumen kepada produsen daripada barang yang ditawarkan oleh konsumen. Sedangkan dari 10 ke atas terdapat pengurangan barang yang diminta oleh konsumen kepada produsen daripada barang yang ditawarkan oleh konsumen (sebaliknya) hal ini sesuai dengan hukum permintaan yaitu “Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya".

TUGAS 1 TOU 2

TUGAS 1
TEORI ORGANISASI UMUM 2


Diagram Permintaan dan Penawaran


Penjelasan:
WHAT : PT. TOSHIBA menentukan barang apa yang dibutuhkan pasar atau Rumah Tangga dan dapat memberikan prusaan tersebut keuntungan. Pada kasus ini PT. TOSHIBA membuat barang – barang elektronik seperti Televisi, kulkas, Notebook dan lain-lain.

HOW : Bagaimana cara PT. TOSHIBA memproduksi barang elektronik tersebut dengan mengkombinasikan faktor – faktor produksi yang tersedia di pasar faktor produksi (Rumah Tangga) yang memberikan biaya minimum, keuntungan maksimum dengan kualitas yang baik.

FOR WHOM : PT TOSHIBA akan mengklasifikasikan produk – produk berdasarkan kebutuhan konsumen. Contoh memproduksi televisi dengan ukuran yang bervarasi mulai dari 14 inch, 21 inch, sampai 30 inch

Rabu, 24 November 2010

TUGAS TOU 5

Materi – PENYALAGUNAAN DATA

Soal
1. Sebutkan cara penyusunan warkat yang saudara ketahui
2. Untuk jenis warkat wesel, cek, surat pembelian disusun / ditaruh dengan cara apa ?
3. Apa yang anda ketahui tentang RECORD RETENTION SCHEDULE
4. Apa yang anda ketahui dengan TABULATING

Jawab
1. Beberapa cara penyusunan warkat:
> system penyusunan warkat menurut abjad
> system penyusunan warkat menurut subyek
> system penyusunan warkat menurut waktu
> system penyusunan warkat menurut daerah
> system penyusunan warkat menurut nomor

• Sistem abjad merupakan suatu sistem dan penemuan kembali warkat-warkat berdasarkan abjad.
• Sistem masalah merupakan suatu sistem penemuan dan penyimpanan kembali menurut isi pokok atau perihal surat.
• Sistem nomor merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder
• Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan kode surat.
• Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.

Penyusunan papers berdasarkan abjad ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a. Nama orang, nama pendaftar, nama mahasiswa dan sebagainya.
b. Masalah yang akan dibahas, topik yang dibicarakan.

Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topik ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topik atau nama yang lainya. system penyusunan papers menurut subyek Penyusunan papers menurut subyek ini merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad.

Penyusunan warkat terbagi menjadi 3 tahap, yaitu :

Tahap Awal

* Memilih, mengumpulkan dan menentukan topik.
* Memperdalam wawasan/intelektual berhubungan apa yang akan dikembangkan/diperluas.

Tahap Penulisan

* Dengan Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.
* Sistem penomoran merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder.
* Dengan mengembangkan makalah untuk dijadikan makalah.
* Dengan Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan, yaitu kapan pembelian itu dikeluarkan.
* Untuk warkat jenis wesel, cek, surat pembelian atau order bisa disusun dengan cara sistem nomor yaitu dengan melihat nomor cek, wesel atau surat pembelian yang ada, disusun dari nomor yang terkecil sampai yang terbesar atau bisa sebaliknya.
* Dengan Filling sistem suatu rangkaian kerja akan teratur agar dapat dijadikan untuk penyimpanan arsip sehingga saat diperlukan arsip tersebut dapat dan tepat ditemukan.

Tahap Revisi

* Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, serta tanda baca.

2. Pada warkat jenis cek, wesel, surat pembelian disusun/ditaruh dengan cara menggunakan sistem nomor, dengan melihat nomor cek apakah benar atau tidak, wesel atau surat pembelian yang ada, disusunlah dari nomor yang terkecil hingga yang terbesar atau bisa sebaliknya. Bisa juga dengan sistem wilayah, dari dan dimana surat pembelian dikeluarkan.Atau bisa dengan sistem tanggal yaitu kapan wesel, cek dan surat pembelian itu di keluarkan seperti system wilayah diatas.

3. Record retention schedule adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses manajemen, yaitu yang berhubungan dengan penggolongan, pemilihan, distribusi, maupun disposisi dari record untuk menentukan records yang mana yang perlu tetap disimpan untuk selama-lamanya serta jenis-jenis records yang mana dan yang dalam jangka waktu berapa lama pula perlu dimusnahkan karena sudah tidak diperlukan lagi.

Records terbagi menjadi 4 golongan, yaitu :

* Records yang tidak penting (non essential)
* Records yang tidak dimanfaatkan
* Records yang penting
* Records yang sangat penting.

4. Tabulating, yaitu memasukkan data-data yang sudah dikelompokkan ke dalam tabel-tabel yang mudah dipahami. Tabulating juga mengumpulkan data dan fakta yang sesuai dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel sehingga tidak terjadi pengulangan kata atau kalimat, sehingga bisa memberikan analisa yang rasional, objektif dan menunjukkan logika hubungan antara data, fakta peristiwa dan dampaknya.

TUGAS TOU 4

Materi – MIS COMMUNICATION

Soal
1. Jelaskan syarat komunikasi yang baik dan berhasil
2. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel
3. Sebutkan cara peyusunan paper/warkat yang saudara ketahui
4. Sebutkan Prinsif dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja

Jawab
1. Syarat komunikasi yang baik dan berhasil :

> Syarat utama untuk bisa berkomunikasi dengan baik hanya satu. Yakni kerelaan mendengarkan apa yang lawan bicara ucapkan. Tentu saja bukan mendengarkan secara pasif, namun secara aktif. Artinya, Anda memberi perhatian. Wujudnya bisa komentar, tanggapan, keterbukaan, dan juga berdiam diri.

> Usahakan agar kita sendiri mencapai keterangan yang lengkap. Yakni kita mengerti jelas apa yang sedang dibicarakan.

> Usahakan agar terdapat adanya kepercayaan pada kedua belah pihak. Kepercayaan sangat penting dalam hal berkomunikasi, terutama hal-hal yang sangat rahsia.

> Usahakan untuk mencapai dasar pengalaman yang sama.

> Gunakanlah kata-kata yang dikenal oleh masing-masing pihak.

> Usahakanlah agar perhatian pihak yang menerima intruksi tetap ada.

> Perhatikanlah hubungan-hubungan.

> Gunakanlah contoh-contoh dan alat-alat visual.

> Praktekanlah penangguhan reaksi.

> Prinsip komunikasinya harus benar.

2. Sebaiknya data yang sudah di simpan lebih baik di backup, agar apabila hilang ataupun rusak karena sesuatu jadi bisa di pakai kembali. Dan juga melakukan pemeriksaan ulang pada data tersebut, sampai datanya benar.

3. Tahap-tahap Penyusunan Makalah/paper

- Persiapan

> Mengumpulkan dan membaca buku-buku untuk memilih dan menentukan topik;

> Membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang telah terpilih mengembangkan kerangka makalah

- Penulisan

> Kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi sebuah makalah

- Pemeriksaan (Revisi)

>Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, dan tanda baca

Kerangka makalah/paper

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Permasalahan

1.3 Tujuan

1.4 Metode Pengumpulan Data

1.5 Sistematika

BAB 2 PEMBAHASAN

BAB 3 PENUTUP

3.1 Simpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


4. Prinsip-prinsip dalam tata kerja, prosedur dan system kerja :

* Tata kerja, prosedur keja dan system kerja harus disusun dengan memperhatikan segi-segi tujuan , fasilitas, peralatan, material, biaya dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas atau pekerjaan.
* Untuk mempersiapkan hal-hal itu dengan setepat-tepatnya maka haruslah terlebih dahulu dipersiapkan adanya penjelasan tentang tujuan pokok organisasi, skema, klasifikasi, jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.
* Pilih salah satu pokok bidang tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.
* Selanjutnya harus dibuat dan dijelaskan daftar dari tiap-tiap detail pekerjaan yang harus dilakukan berikut lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan bidang tugas yang termaksud.
* Dalam penetapan tahap-demi tahap dalam rangkaian pekerjaan (misalnya soal prosedur surat keluar) maka antara tahap yang satu dengan tahap berikutnya harus betul-betul terdapat saling hubungan yang sangat erat yang keseluruhannya menuju ke arah satu tujuan.
* Dan tiap-tiap tahap itu harus betul-betul merupakan suatu pekerjaan yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimaksud.
* Di samping itu harus ditetapkan pula skill atau kecakapan dan ketrampila tenaga kerja yang diperlukan untuk penyelesaian bidang tugas yang termaksud. Jadi ini dimaksudkan untuk tidak memperpanjang prosedur kerja. Dengan kata lain prosedur kerja disusun bukena berdasarkan jumlah (quantity) tenaga kerja yang ada, melainkan berdasarkan skill (quality) tenaga kerja yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan suatu bidang pekerjaan tertentu.